by

Seperti ini Cara Mengolah Limbah Plastik yang Tepat

Sampah plastik merupakan salah satu polusi yang sangat menjadi perhatian di seluruh dunia. Karena dampaknya yang sangat merugikan lingkungan dan ekosistem. Kita memang tidak dapat menghindari efisien dan efektifnya plastik itu di kehidupan sehari-hari. Akan tetapi perlu kita ketahui beberapa fakta mengenai plastik berikut ini.

  • Kantong plastik terbuat dari polyethylene (PE), suatu bahan thermoplastic yang lebih dari 60 juta ton bahan ini diproduksi setiap tahun di seluruh dunia terutama menjadi kantong plastik. Untuk memproduksi 1 ton plastik diperlukan 11 barel minyak mentah (BBM) [1].
  • Kantong plastik membutuhkan waktu 100 hingga 500 tahun agar dapat terurai dengan sempurna. Hal tersebut akan membuat tercemarnya tanah, hewan-hewan memiliki potensi termakan sampah plastik terutama di laut, dan sampah yang menumpuk di sungai dapat memicu banjir.

Untuk itu perlu adanya pengolahan sampah plastik yang tepat agar tidak terjadi penumpukan sampah yang nantinya dapat kita buat menjadi sesuatu yang berguna. Ini lah proses pengolahan sampah plastik yang wajib Anda ketahui [2]:

  • Pemilahan

Proses pertama ini memiliki tujuan untuk memilah plastik berdasarkan jenis-jenisnya karena tidak semua plastik dapat di daur ulang ataupun dengan kondisi yang layak. Beberapa jenis plastik yang dapat didaur ulang adalah HDPE bening, HDPE warna, HDPE lembaran, HDPE padat atau sering kali disebut plastik mainan, PP bening, PP warna, dan lain-lain.

  • Pencucian

Kegiatan ini biasanya juga dilakukan bersamaan dengan proses pencacahan plastik. Proses pencacahan dan pencucian tetap dilakukan terpisah berdasarkan masing-masing jenis plastik.

Nantinya mesin pencacah akan membuat plastik menjadi lembaran-lembaran kecil lalu akan dicampur dengan air dan sabun pencuci. Kemudian dilakukan perendaman dalam bak selama kurang lebih 50-10 menit dan disaring sekaligus dikeringkan yang membutuhkan waktu 4-7 hari.

Proses pencucian memiliki peranan penting dalam pengolahan plastik karena jika pencucian tidak bersih dapat menyebabkan kegagalan proses selanjutnya.

  • Penggilingan

Plastik yang dihasilkan dari proses peleburan ini adalah plastik-plastik yang telah mencair dan berhasil melewati saringan yang pori-porinya sebesar kasa. Dalam proses inilah akan terlihat apakan saat pencucian sudah bersih, karena akan terlihat apabila masih atau tidak adanya kotoran seperti debu atau tanah.

  • Pencetakan

Proses terakhir ini adalah kegiatan setelah plastik berhasil dilebur dengan sempurna. Plastik yang sudah dilebur akan berbentuk cairan yang sangat kental, setelah cairan plastik keluar dari saringan, cairan plastik ini akan masuk ke suatu plat yang bentuknya menyerupai saringan dengan diameter ± 1 cm. Maka dalam proses ini plastik akan tercetak seperti tali plastik yang panjang. Setelah dikeraskan dan mengecil tersebut kemudian dimasukan ke alat pemotong untuk dipotong menjadi pellet plastik dengan panjang ± 0,3-0,5 cm.

Dengan melalui proses yang cukup panjang dan memakan waktu barulah sampah plastik yang dapat di daur ulang itu kini tidak akan menumpuk menjadi sampah lingkungan. Untuk itu penting bagi kita agar menggunakan plastik yang mudah di daur ulang.

Kita dapat mencontoh AQUA yang berkolaborasi dengan H&M meluncurkan kampanye online dan memasarkan koleksi pakaian anak-anak yang terbuat dari botol plastik bekas yang dikumpulkan. Ini merupakan inovasi yang sangat bagus dan dapat menjadi contoh untuk memanfaatkan sampah plastik yang dapat didaur ulang dan mengubahnya menjadi sesuatu yang berguna dan bermanfaat bagi masyarakat banyak [3].

Sumber:

http://www.pemanasanglobal.net/energi/ada_apa_dengan_kantong_plastik.htm

News Feed