iCar Tak Ganggu Omoda dan Jaecoo, Chery Tegaskan Pembeda Pasar

Otomatif445 views

iCar Tak Ganggu Omoda dan Jaecoo, Chery Tegaskan Pembeda Pasar Chery memastikan kehadiran iCar tidak akan mengganggu pasar Omoda dan Jaecoo, meski ketiganya berada di bawah payung besar Chery Group. Penegasan ini muncul setelah Chery semakin agresif membawa banyak merek ke berbagai negara, termasuk Indonesia. iCar ditempatkan sebagai merek kendaraan listrik bergaya ikonik dan personal, sementara Omoda dan Jaecoo tetap berada pada jalur berbeda, yaitu crossover modern dan SUV premium dengan karakter lebih elegan serta tangguh. Presiden Chery International Zhang Guibing menyatakan setiap merek memiliki karakter pelanggan masing masing, sehingga tidak ditujukan untuk saling mengambil pasar.

Chery Menjawab Kekhawatiran Soal Banyak Merek

Chery kini tidak hanya mengandalkan satu nama utama. Di banyak pasar, perusahaan asal China ini membawa beberapa merek seperti Chery, Omoda, Jaecoo, iCar, Lepas, dan Exeed. Strategi ini membuat sebagian orang bertanya apakah terlalu banyak merek dalam satu grup bisa membuat konsumen bingung.

Pertanyaan itu cukup wajar. Jika harga, desain, dan jenis mobil terlihat mirip, produk dalam satu grup bisa saling berebut pembeli. Namun, Chery menegaskan bahwa setiap merek diberi tugas berbeda. Zhang Guibing menyebut Chery utama berada di jalur arus utama, Omoda dan Jaecoo diarahkan ke segmen lebih premium, sedangkan iCar ditempatkan sebagai merek yang dekat dengan gaya ikonik dan petualangan personal.

iCar Dibuat untuk Pembeli yang Ingin Tampil Berbeda

iCar tidak hanya menjual kendaraan listrik. Merek ini dibentuk untuk konsumen yang ingin kendaraannya menjadi bagian dari identitas pribadi. Zhang Guibing menyebut konsumen iCar menyukai sesuatu yang ikonik, ingin menunjukkan karakter, dan mencari mobil yang dapat mewakili diri mereka.

Pernyataan itu menjelaskan mengapa iCar membawa desain kotak, kesan klasik, dan ruang modifikasi yang besar. Mobil seperti iCar V23 tidak mengejar tampilan halus seperti crossover perkotaan biasa. Bentuknya dibuat lebih tegas, mudah dikenali, dan cocok untuk pembeli yang ingin kendaraan listrik dengan karakter visual kuat.

Omoda dan Jaecoo Tetap Punya Jalur Sendiri

Omoda dan Jaecoo sudah lebih dulu menjadi bagian penting dari ekspansi global Chery. Reuters mencatat Omoda dan Jaecoo diluncurkan sebagai dua merek internasional pada 2023 dan mencatat penjualan 380.000 unit pada 2025, dengan target mencapai 1 juta unit pada 2027.

Omoda lebih dekat dengan citra crossover modern untuk pengguna muda, sedangkan Jaecoo tampil sebagai SUV premium dengan sentuhan elegan dan kemampuan melibas medan lebih berat. Situs resmi Jaecoo Indonesia menampilkan beberapa model seperti Jaecoo J5 EV, Jaecoo J8, Jaecoo J8 SHS P ARDIS, dan Jaecoo J7 SHS P, serta menyebut Jaecoo menggabungkan desain elegan dengan performa untuk pasar urban dan medan ekstrem.

Pembeda Pasar Dibuat Lebih Terang

Jika iCar memainkan desain ikonik dan personalisasi, Omoda dan Jaecoo memainkan kesan lebih mapan. Omoda masuk ke pengguna yang menginginkan crossover modern, sedangkan Jaecoo menyasar pembeli yang butuh SUV premium dengan rasa kokoh.

Di sinilah Chery ingin menghindari persaingan internal. Pembeli iCar tidak selalu sama dengan pembeli Omoda atau Jaecoo. Orang yang memilih iCar V23 kemungkinan mencari mobil listrik bergaya kotak, mudah dimodifikasi, dan punya tampilan berbeda. Sementara pembeli Jaecoo bisa lebih fokus pada SUV premium, fitur, kenyamanan, dan kemampuan menjelajah.

iCar Resmi Hadir di Indonesia Lewat V23

Indonesia menjadi salah satu pasar penting bagi iCar. Chery Group Indonesia memperkenalkan iCar di Indonesia International Motor Show 2026 dengan iCar V23 sebagai model perdana. Presiden Direktur Chery Group Indonesia Zeng Shuo menyebut iCar sebagai merek premium di bawah Chery Group yang berfokus pada expressive mobility.

iCar V23 hadir sebagai SUV listrik bergaya kotak. Mobil ini ditawarkan dengan pilihan baterai 60 kWh dan 82 kWh. Dalam laporan detikOto, jarak tempuhnya disebut mencapai 430 km berdasarkan standar NEDC. Pada IIMS 2026, iCar juga membuka pemesanan V23 Pro Plus edisi terbatas untuk 23 konsumen pertama dengan harga Rp789 juta.

Garansi Tetap Berlaku untuk Modifikasi Resmi

Salah satu nilai jual iCar adalah ruang personalisasi. VOI melaporkan iCar memastikan garansi kendaraan tetap berlaku meski konsumen melakukan modifikasi, selama mengikuti panduan resmi dari iCar. Merek ini juga menargetkan pembangunan sampai 30 jaringan dealer di Indonesia hingga akhir 2026.

Kebijakan seperti ini memperlihatkan bahwa iCar memang ingin menjadi merek yang dekat dengan komunitas dan pengguna kreatif. Mobil tidak hanya dijual dalam bentuk standar, tetapi dipandang sebagai kanvas untuk menampilkan selera pemilik.

Chery J6 dan iCar V23 Juga Diklaim Tidak Saling Makan Pasar

Sebelum pembicaraan soal Omoda dan Jaecoo mencuat, Chery juga pernah menjelaskan posisi iCar V23 terhadap Chery J6. Di China, J6 dikenal sebagai iCar 03, sehingga sebagian konsumen Indonesia sempat bertanya apakah V23 akan membuat J6 kehilangan tempat.

Vice Country Director PT Chery Sales Indonesia Budi Darmawan menyatakan J6 tetap berada di bawah Chery, sementara iCar punya lini sendiri. Ia menegaskan Chery akan mengatur kedua model tersebut agar tidak saling mengambil pembeli. KatadataOTO juga mencatat V23 berpotensi mengisi segmen lebih tinggi dari J6 dari sisi dimensi dan spesifikasi teknis.

V23 Mengisi Ruang yang Lebih Ekspresif

J6 sudah lebih dulu memberi gambaran SUV listrik kotak di Indonesia. Namun, V23 membawa pendekatan yang lebih personal, terutama lewat edisi khusus dan paket tampilan. Bila J6 dapat dibaca sebagai SUV listrik Chery dengan gaya berbeda, V23 tampil sebagai produk utama dari merek yang memang dibangun untuk karakter tersebut.

Ini menjadi bagian dari cara Chery menyusun tangga produk. Konsumen yang ingin SUV listrik bergaya unik tetapi tetap berada dalam ekosistem Chery bisa memilih sesuai kebutuhan. Chery mencoba membuat jarak melalui merek, desain, harga, fitur, dan cara komunikasi.

Strategi Banyak Merek Bukan Hal Baru di Industri Otomotif

Banyak grup otomotif besar memakai strategi banyak merek. Toyota memiliki Lexus, Volkswagen Group memiliki Volkswagen, Audi, Porsche, Skoda, dan merek lain. Hyundai Motor Group memiliki Hyundai, Kia, dan Genesis. Chery tampaknya bergerak ke arah serupa, tetapi dengan kecepatan yang lebih agresif.

Dalam pemaparan Zhang Guibing, Chery utama dibandingkan dengan merek arus utama seperti Toyota, Hyundai, Volkswagen, dan MG. Omoda dan Jaecoo ditempatkan lebih premium. iCar atau iCaur disebut memiliki kedekatan karakter dengan Jeep karena desainnya mengambil inspirasi dari kendaraan bergaya klasik dan petualangan.

Pembeli Tidak Hanya Melihat Logo

Di pasar otomotif modern, konsumen tidak hanya melihat logo. Mereka melihat gaya hidup, bentuk mobil, teknologi, harga, komunitas, layanan, dan rasa bangga saat menggunakan kendaraan. Karena itu, satu grup bisa memiliki banyak merek selama identitasnya jelas.

Chery tampaknya sadar bahwa satu merek tidak bisa melayani semua jenis pembeli. Ada konsumen keluarga yang mencari SUV nyaman. Ada pembeli muda yang menyukai crossover futuristis.

iCar Membidik Ceruk Kendaraan Listrik yang Ikonik

iCar tidak mencoba menjadi mobil listrik paling umum. Desain V23 dibuat kotak, kokoh, dan mudah dikenali. Filosofi yang dibawa adalah Classic Never Fades, dengan siluet klasik yang dipadukan teknologi baru. VOI menulis iCar V23 ditujukan untuk generasi kreatif, dengan pengalaman berkendara dan desain yang dapat disesuaikan dengan karakter pengguna.

Pendekatan ini membuat iCar lebih dekat dengan pembeli yang suka tampil beda. Mereka tidak hanya mencari kendaraan yang hemat energi, tetapi juga kendaraan yang punya bentuk kuat dan bisa menjadi bagian dari gaya pribadi.

Personalisasi Menjadi Senjata Utama

Dalam peluncuran di IIMS 2026, iCar tidak hanya membawa V23 standar. Ada V23 Pro Retro Edition, V23 Pro Cyberspace Edition, dan V23 Pro Plus. Edisi khusus ini memperlihatkan bahwa iCar ingin memberi ruang tampilan yang lebih luas bagi konsumen.

Strategi seperti ini berbeda dari Omoda dan Jaecoo. Omoda dan Jaecoo lebih menekankan produk siap pakai dengan karakter kuat dari pabrik. iCar justru memberi ruang lebih besar untuk konsumen yang ingin kendaraan terasa personal.

Kenapa iCar Tidak Dianggap Mengancam Omoda dan Jaecoo

Ada tiga alasan utama Chery yakin iCar tidak mengganggu Omoda dan Jaecoo. Pertama, bentuk mobilnya berbeda. iCar V23 membawa gaya kotak dan ikonik. Omoda lebih dekat dengan crossover modern. Jaecoo lebih kuat sebagai SUV premium.

Kedua, bahasa pemasarannya berbeda. iCar bicara soal ekspresi diri dan kustomisasi. Omoda dan Jaecoo bicara soal gaya hidup modern, teknologi, kenyamanan, dan kemampuan SUV. Ketiga, konsumen yang dibidik juga berbeda. Zhang Guibing menegaskan setiap merek memiliki basis konsumen masing masing.

Harga Juga Bisa Menjadi Pemisah

Harga menjadi faktor penting agar tidak terjadi tumpang tindih. V23 Pro Plus edisi terbatas dipasarkan Rp789 juta di IIMS 2026. Sementara harga varian reguler masih ditunggu oleh banyak calon konsumen.

Bila Chery menempatkan harga V23 secara hati hati, iCar dapat berdiri sebagai pilihan khusus tanpa terlalu dekat dengan Omoda atau Jaecoo. Harga yang terlalu berimpitan bisa membuat konsumen bingung, tetapi harga yang dibedakan jelas akan membantu tiap merek mendapat ruang sendiri.

Tantangan Terbesar Ada pada Kejelasan Identitas

Strategi banyak merek punya peluang besar, tetapi juga membawa tantangan. Konsumen harus mudah memahami perbedaan Chery, Omoda, Jaecoo, dan iCar. Jika komunikasi terlalu rumit, pembeli bisa bingung memilih.

Karena itu, Chery perlu menjaga pesan yang konsisten. Chery utama untuk pasar arus utama. Omoda untuk crossover modern. Jaecoo untuk SUV premium dan tangguh. iCar untuk kendaraan listrik ikonik yang personal. Jika pembagian ini dijaga, risiko saling mengambil pasar bisa ditekan.

Dealer dan Tenaga Penjual Harus Menguasai Pembeda

Kejelasan merek tidak hanya datang dari iklan. Tenaga penjual di diler juga harus mampu menjelaskan perbedaan tiap merek secara sederhana. Calon pembeli yang datang ke showroom perlu mendapat arahan yang tepat, bukan sekadar ditawarkan model paling mahal.

Jika seorang konsumen mencari SUV keluarga premium, Jaecoo bisa menjadi pilihan. Jika mencari crossover modern, Omoda dapat lebih sesuai. Pembagian seperti ini perlu terasa sejak calon konsumen pertama kali bertanya.

Layanan Purnajual Jadi Kunci Penerimaan

Merek baru tidak cukup hanya membawa desain menarik. Konsumen Indonesia selalu melihat jaringan servis, garansi, suku cadang, dan kepastian layanan. iCar menargetkan pembangunan hingga 30 dealer di Indonesia sampai akhir 2026, sebuah langkah yang penting untuk membangun kepercayaan.

Omoda dan Jaecoo juga membutuhkan dukungan serupa. Semakin banyak merek yang dibawa Chery, semakin besar kebutuhan untuk menjaga pengalaman konsumen tetap rapi. Pemilik iCar tidak boleh merasa kalah layanan dari pemilik Omoda atau Jaecoo.

Komunitas Bisa Menguatkan iCar

iCar memiliki peluang besar lewat komunitas. Mobil dengan desain unik dan ruang modifikasi biasanya cepat membentuk kelompok pengguna. Situs iCar Indonesia bahkan menampilkan kabar tentang komunitas V23 EVO yang terbentuk dari para pengguna awal dan penggemar V23.

Komunitas seperti ini dapat membantu iCar membangun identitas lebih cepat. Pengguna dapat bertukar ide modifikasi, pengalaman perjalanan, dan rekomendasi aksesori. Bagi merek baru, komunitas menjadi bagian penting untuk menumbuhkan loyalitas.

Omoda dan Jaecoo Tetap Berperan Besar bagi Chery Global

Meski iCar mulai mendapat sorotan, Omoda dan Jaecoo tetap menjadi mesin pertumbuhan penting bagi Chery. Reuters menyebut Chery menjual 2,8 juta kendaraan pada 2025, dengan SUV menyumbang lebih dari 80 persen penjualan. Omoda dan Jaecoo yang baru diluncurkan secara global pada 2023 telah mencatat 380.000 unit penjualan pada 2025.

Angka tersebut menunjukkan bahwa Omoda dan Jaecoo tidak akan mudah digeser oleh iCar. Keduanya sudah memiliki jaringan dan pengenalan merek yang kuat di banyak pasar. iCar justru datang untuk menambah jangkauan Chery, bukan mengganti dua merek itu.

Chery Ingin Mengisi Banyak Selera Konsumen

Pasar otomotif semakin terpecah. Tidak semua konsumen ingin mobil yang sama. Sebagian mencari SUV keluarga, sebagian mencari kendaraan listrik, sebagian mencari teknologi hybrid, sebagian mencari desain ikonik. Chery mencoba memasuki banyak ruang itu dengan merek berbeda.

Langkah ini bisa membuat Chery lebih fleksibel. Saat tren pasar berubah, grup ini punya beberapa pintu masuk. Namun, setiap pintu harus dijaga agar tidak saling menabrak. Itulah alasan penegasan soal iCar, Omoda, dan Jaecoo menjadi penting.

Indonesia Menjadi Medan Uji yang Menarik

Indonesia adalah pasar otomotif besar dengan konsumen yang mulai terbuka terhadap merek China. Chery sudah hadir dengan beberapa model, Omoda dan Jaecoo mulai memperkuat nama, sedangkan iCar masuk lewat V23 sebagai kendaraan listrik bergaya unik.

Pasar Indonesia juga punya karakter khusus. Konsumen menyukai SUV, mulai melirik elektrifikasi, tetapi tetap sangat memperhatikan harga dan layanan. iCar harus membuktikan bahwa desain unik dan konsep personalisasi dapat diterima di luar kelompok penggemar awal.

Pembeli Butuh Alasan yang Jelas

Agar iCar tidak mengambil pasar Omoda dan Jaecoo, setiap produk harus memberi alasan yang jelas. Omoda harus tetap kuat sebagai crossover bergaya modern. Jaecoo harus menjaga citra SUV premium. iCar harus konsisten sebagai kendaraan listrik ikonik yang dapat dipersonalisasi.

Jika alasan ini kuat, konsumen tidak akan bingung. Mereka tinggal memilih berdasarkan gaya, kebutuhan, dan anggaran. Dengan cara itu, Chery dapat memperluas pasar tanpa membuat produknya saling berebut panggung.

Chery Harus Menjaga Jarak Produk Secara Disiplin

Pernyataan Chery bahwa iCar tidak akan mengganggu Omoda dan Jaecoo perlu dibuktikan lewat produk, harga, dan layanan. Selama merek diberi posisi jelas, strategi banyak merek bisa menjadi kekuatan. Namun jika model terlalu mirip, harga terlalu dekat, atau pesan pemasaran saling tumpang tindih, kebingungan bisa muncul.

Untuk saat ini, iCar V23 membawa bekal yang cukup berbeda. Bentuknya ikonik, berbasis listrik, punya ruang modifikasi, dan hadir dengan pesan personal. Omoda dan Jaecoo tetap berada di jalur lain yang lebih dekat dengan crossover modern dan SUV premium. Pembagian inilah yang menjadi dasar Chery saat menyebut iCar tidak akan mengambil pasar Omoda dan Jaecoo.