Skoliosis: Menyelami Penyebab, Gejala dan Pengobatan Kelainan Postur Tulang Belakang

Kesehatan51 views

Penyakit skoliosis adalah kelainan postur tulang belakang yang ditandai dengan lengkungan abnormal pada tulang belakang, baik ke arah samping maupun ke arah depan dan belakang. Kelainan ini dapat memengaruhi siapa saja, terutama pada usia remaja, dan dapat mempengaruhi kualitas hidup serta kesehatan secara keseluruhan. Pada artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut mengenai penyebab, gejala, dan pengobatan skoliosis.

Penyebab Skoliosis

Penyebab pasti skoliosis belum diketahui. Namun, beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami skoliosis antara lain:

  1. Faktor genetik: Kelainan ini dapat diwariskan dari orang tua atau anggota keluarga yang memiliki kelainan postur tulang belakang.
  2. Kelainan bawaan: Kelainan bawaan pada tulang belakang seperti spina bifida atau dysplasia hip dapat menyebabkan skoliosis.
  3. Cedera atau trauma pada tulang belakang: Cedera atau trauma pada tulang belakang juga dapat memicu terjadinya skoliosis.
  4. Kondisi medis lain: Beberapa kondisi medis lain seperti neuromuscular disorder, cerebral palsy, atau muscular dystrophy juga dapat meningkatkan risiko terjadinya skoliosis.

Gejala Skoliosis

Beberapa gejala yang dapat terjadi pada seseorang yang mengalami skoliosis antara lain:

  1. Punggung terlihat bengkok atau miring ke satu sisi
  2. Bahu dan pinggul tidak sejajar
  3. Tulang belakang terasa nyeri atau kaku
  4. Kesulitan bernapas atau merasakan sesak napas

Pada beberapa kasus, skoliosis dapat juga menyebabkan masalah pada organ dalam seperti jantung dan paru-paru jika kelainan tulang belakang sangat parah.

Diagnosis Skoliosis

Diagnosis skoliosis dapat dilakukan dengan pemeriksaan fisik dan radiologi, seperti sinar-X, MRI, atau CT scan. Pemeriksaan radiologi dilakukan untuk melihat tingkat kelengkungan tulang belakang dan mengetahui tingkat keparahan skoliosis.

Pengobatan Skoliosis

Pengobatan skoliosis bergantung pada tingkat keparahan kelainan. Beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Terapi fisik: Terapi fisik, seperti latihan fisik dan fisioterapi, dapat membantu memperkuat otot-otot sekitar tulang belakang dan meningkatkan fleksibilitas tulang belakang.
  2. Korsleting atau memakai penyangga: Pada beberapa kasus, korsleting atau memakai penyangga dapat membantu memperbaiki postur tulang belakang dan mencegah kelainan semakin parah.
  3. Operasi: Pada kasus yang parah, operasi dapat dilakukan untuk memperbaiki kelainan tulang belakang. Jenis operasi yang dilakukan tergantung pada tingkat keparahan kelainan.

Kelainan ini dapat memengaruhi siapa saja, terutama pada usia remaja, dan dapat mempengaruhi kualitas hidup serta kesehatan secara keseluruhan.