Padel sekarang bukan lagi sekadar olahraga raket yang baru lewat di linimasa. Dalam dua tahun terakhir, namanya makin sering muncul di Jakarta, Bali, dan kota besar lain, lalu cepat melekat dengan gaya hidup urban yang rapi, sosial, dan premium. Secara global, International Padel Federation mencatat pertumbuhan yang sangat kuat, dengan lebih dari 35 juta pemain aktif, kenaikan 16,1 persen pada jumlah klub, dan kenaikan 15,2 persen pada jumlah lapangan dalam World Padel Report 2025. Angka seperti ini menjelaskan satu hal sederhana: padel sedang benar benar naik, bukan hanya terlihat ramai sesaat.
Di Jakarta, tanda tandanya juga jelas terlihat. NOW! Jakarta menulis bahwa pilihan venue padel terus bertambah, dari PadelPro Kemang sampai House of Padel, Racquet Padel Club, dan Smash Padel Simatupang. The Jakarta Post bahkan melaporkan bahwa Indonesia kini memiliki 133 lapangan padel, dan sekitar 40 persen berada di Jabodetabek. Ketika sebuah olahraga tumbuh secepat ini di kawasan urban, biasanya ada sesuatu yang lebih besar daripada sekadar tren olahraga biasa.
Lalu kenapa padel begitu cepat identik dengan cicikaya dan koko kaya. Jawabannya bukan cuma karena harga sewanya lebih mahal daripada badminton kompleks atau futsal kampung. Padel tumbuh di titik pertemuan antara olahraga, komunitas, style, networking, dan pengalaman sosial. Ia terasa aktif, tetapi tidak terlalu berat. Ia terlihat mewah, tetapi tetap santai. Ia juga memberi ruang besar untuk nongkrong, konten, dan pergaulan. Kombinasi itulah yang membuat padel mudah masuk ke pasar yang suka quality lifestyle. Ini merupakan inferensi dari pertumbuhan klub premium, venue rooftop, membership club, dan positioning padel sebagai sport lifestyle di Jakarta dan pasar global.

Padel tumbuh sebagai olahraga sosial, bukan olahraga yang terasa sepi
Salah satu alasan paling kuat kenapa padel cepat disukai kalangan mapan adalah sifatnya yang sangat sosial. LTA Padel menjelaskan bahwa padel adalah olahraga raket cepat yang banyak dimainkan dalam format ganda, sering disebut campuran antara tenis dan squash, dan cocok untuk hampir siapa saja karena dasar permainannya mudah dipelajari. Artinya, sejak awal padel memang dirancang untuk dimainkan berdua lawan berdua, bukan aktivitas individual yang cenderung sunyi.
Bagi cici kaya dan koko kaya, format sosial seperti ini sangat cocok dengan gaya hidup mereka. Banyak orang dari kalangan mapan mencari aktivitas yang bukan cuma sehat, tetapi juga bisa menjadi pintu ketemu teman baru, memperluas circle, atau sekadar menjaga kebiasaan kumpul yang lebih aktif. Padel memberi itu dengan sangat alami. Satu sesi bisa jadi tempat olahraga, ngobrol, ketawa, dan lanjut nongkrong setelah main. Inilah alasan mengapa banyak klub padel premium tidak menjual court saja, tetapi juga komunitas.
Kalau dibandingkan dengan gym misalnya, padel terasa lebih hidup. Gym sering sangat personal. Orang datang, latihan, lalu pulang. Padel berbeda karena interaksinya built in sejak awal. Bahkan artikel Playtomic menekankan bahwa padel disukai karena fun, social, dan easy to learn. Tiga kata ini sangat penting, sebab olahraga yang mudah dipelajari dan langsung terasa menyenangkan akan jauh lebih cepat menular di kalangan urban affluent.
Gampang dipelajari, jadi tidak bikin malu saat baru mulai
Banyak olahraga gagal menjadi gaya hidup luas karena kurva belajarnya terlalu curam. Tenis, golf, atau bahkan beberapa kelas olahraga boutique sering membuat pemula butuh waktu lama sebelum merasa nyaman. Padel justru punya keunggulan besar di sini. LTA Padel menyebut olahraga ini easy to learn, dan Babolat juga menulis bahwa padel ideal untuk pemula karena format gandanya, progres yang cepat, dan rasa puas yang datang lebih awal dibanding beberapa olahraga raket lain.
Bagi kalangan cici kaya dan koko kaya, faktor ini sangat menentukan. Banyak orang suka tampilan aktif dan sehat, tetapi tidak semua mau melewati fase panjang terlihat canggung di lapangan. Padel memberi jalan tengah yang sangat nyaman. Pemula bisa cepat menikmati rally, cepat ikut seru, dan tidak harus menghabiskan berbulan bulan hanya untuk terlihat layak bermain. Karena itulah padel terasa aman untuk dicoba ramai ramai oleh teman kantor, pasangan, atau satu circle pertemanan.
Dari sudut sosial, ini juga penting karena olahraga yang gampang diikuti akan lebih cepat menyebar di grup yang sama. Saat satu orang mencoba lalu merasa seru, teman temannya lebih mudah ikut. Pola seperti ini cocok sekali dengan komunitas urban yang sering bergerak lewat rekomendasi circle. Ini merupakan inferensi yang didukung oleh sifat permainan yang mudah dipelajari dan pertumbuhan komunitas padel yang sangat cepat di berbagai kota.
Venue padel memang dirancang terasa premium
Alasan berikutnya sangat jelas terlihat di lapangan. Padel sering tumbuh bukan di kompleks olahraga biasa, tetapi di venue yang dari awal sudah dipoles sebagai lifestyle destination. NOW! Jakarta menulis bahwa Smash Padel Simatupang dibangun di lahan 4.600 meter persegi dengan tujuh court berkualitas profesional dan lifestyle facilities. Mejorset bahkan menyebut House of Padel Jakarta sebagai salah satu proyek rooftop padel paling mencolok di Asia Tenggara dan benchmark dalam inovasi serta kualitas.
Itu menjelaskan kenapa padel sangat cepat diasosiasikan dengan orang mapan. Tempat mainnya sering bukan lapangan utilitarian yang seadanya, melainkan club yang terasa proper untuk datang dengan outfit bagus, nongkrong sebelum main, dan lanjut makan atau meeting santai setelah selesai. House of Padel juga menonjolkan sistem membership dengan booking window lebih panjang dan diskon tertentu, yang memperkuat citra klub eksklusif dan teratur.
Buat cici kaya dan koko kaya, suasana seperti ini sangat penting. Mereka bukan hanya membayar olahraga, tetapi membayar pengalaman. Semakin bagus ruang tunggu, shower, café corner, sistem booking, dan crowd yang datang, semakin terasa bahwa padel cocok dengan gaya hidup premium. Ini juga yang membuat olahraga ini lebih cepat naik di area seperti Kemang, Simatupang, rooftop city venues, atau klub privat dibanding di kawasan olahraga mass market.
Padel mudah berubah jadi ajang networking
Kalau mau jujur, salah satu kekuatan utama padel di kalangan mapan adalah nilai networking-nya. Karena dimainkan ganda, ritme interaksinya cepat. Orang bisa datang berempat, bergantian partner, lalu lanjut ngobrol. Struktur permainan seperti ini sangat cocok untuk relasi yang ingin terbangun santai tapi tetap aktif. Inilah yang membuat padel terasa ideal untuk pebisnis muda, profesional, founder, sampai orang yang memang hidup di lingkungan sosial yang sibuk. Ini merupakan inferensi yang ditopang oleh sifat ganda padel dan model komunitas klub yang tumbuh di venue premium.
Berbeda dengan dinner formal yang kadang terasa terlalu kaku, padel memberi ruang interaksi yang lebih ringan. Orang bisa ketemu klien, partner bisnis, atau teman baru tanpa tekanan suasana resmi. Setelah main satu jam, percakapan biasanya mengalir lebih santai. Dalam lingkungan affluent, pola seperti ini sangat berharga karena pergaulan dan bisnis sering saling bersentuhan.

Sangat cocok untuk gaya hidup yang visual
Tidak bisa dipungkiri, padel juga menang secara tampilan. Lapangan kaca, warna turf yang bersih, pagar transparan, outfit putih atau earth tone, raket modern, dan venue yang sering berada di rooftop atau cluster premium membuat olahraga ini sangat mudah tampil bagus di kamera. Forbes bahkan menyoroti bagaimana padel sedang menjadi court sport panas di luxury resorts, sementara Glorious Sport menulis bahwa padel sudah sampai ke level party, celebrity culture, dan social visibility yang tinggi.
Untuk cici kaya dan koko kaya, faktor visual seperti ini bukan hal kecil. Banyak aktivitas kelas atas sekarang tidak hanya dipilih karena seru, tetapi juga karena enak dipamerkan secara halus. Padel punya kelebihan itu. Ia terlihat sehat, modern, aktif, dan tidak terlalu keras seperti olahraga kompetitif penuh kontak. Dari sisi citra personal, olahraga ini mudah dibaca sebagai simbol gaya hidup rapi dan up to date. Ini merupakan inferensi yang ditopang oleh tampilannya yang sangat estetik dan penyebaran venue premium yang sengaja dibuat fotogenik.
Biaya yang tidak murah justru menciptakan filter sosial
Padel memang bukan olahraga termurah, terutama di venue premium Jakarta. NOW! Jakarta menunjukkan bahwa harga sewa court di kota ini bisa berada di level ratusan ribu rupiah per jam, tergantung klub dan jam bermain. Membership club tertentu juga memberi benefit khusus yang tidak selalu murah. Ini berarti sejak awal ada barrier to entry tertentu yang membuat crowd padel cenderung tersaring secara ekonomi.
Buat sebagian orang, hal ini mungkin terdengar eksklusif. Tapi justru di situlah salah satu alasan kenapa padel cepat disukai kalangan mapan. Banyak orang kaya memang tidak selalu mencari aktivitas paling mahal, tetapi mereka sering nyaman di ruang yang crowd nya terasa selevel, tertata, dan tidak terlalu padat. Harga yang lebih tinggi otomatis membuat ekosistemnya berbeda dari olahraga rakyat yang jauh lebih terbuka. Ini merupakan inferensi dari struktur harga venue premium dan model membership yang dipakai klub padel besar.
Cocok untuk pasangan dan circle pertemanan
Padel juga sangat kuat karena mudah dimainkan pasangan. Banyak olahraga sulit dinikmati bareng pasangan kalau levelnya berbeda jauh. Dalam padel, format ganda dan kurva belajar yang ramah membuat pasangan lebih mudah main bersama tanpa terlalu frustrasi. Itulah sebabnya olahraga ini cepat masuk ke gaya hidup weekend crowd, young couples, dan grup teman yang ingin punya aktivitas tetap. LTA Padel menegaskan bahwa padel cocok untuk siapa saja dan didominasi format doubles, sementara Playtomic menekankan sisi fun and social sebagai inti daya tariknya.
Bagi cici kaya dan koko kaya, hal ini terasa sangat relevan. Aktivitas yang bisa dilakukan bareng pasangan, bareng teman, dan tetap terlihat stylish biasanya lebih mudah menjadi kebiasaan. Orang tidak perlu memisahkan waktu olahraga dan waktu sosial terlalu keras. Padel menyatukan keduanya. Selesai main, mereka bisa lanjut brunch, dinner, atau sekadar coffee di venue yang sama atau di area sekitarnya. Ini juga menjelaskan kenapa banyak klub padel tumbuh di kawasan lifestyle, bukan hanya di zona olahraga murni.
Ada rasa komunitas yang cepat terbentuk
Olahraga akan jauh lebih mudah bertahan kalau punya komunitas yang hidup. Pada padel, elemen ini terasa kuat. Reclub menampilkan House of Padel Jakarta sebagai komunitas dengan ratusan anggota dan aktivitas rutin, sementara Courtside menunjukkan bagaimana di Indonesia sudah muncul platform khusus booking, coaching, dan event padel. Kehadiran platform seperti ini menandakan bahwa padel bukan hanya soal sewa lapangan, tetapi sudah berkembang menjadi ekosistem komunitas.
Bagi kalangan mapan, komunitas seperti ini memberi nilai lebih besar daripada sekadar olahraga. Orang suka merasa menjadi bagian dari klub, jaringan, atau scene tertentu. Saat padel sudah punya event, grup main, coach, dan platform khusus, pengalaman olahraganya berubah menjadi gaya hidup yang lebih solid. Inilah yang membuat orang tidak berhenti setelah coba satu dua kali, tetapi terus masuk lebih dalam.
Pertumbuhannya cepat, jadi muncul rasa ingin ikut
Ada satu faktor psikologis yang juga sangat kuat, yaitu fear of missing out. Ketika sebuah olahraga tumbuh sangat cepat, punya venue baru di kota besar, ramai di media sosial, dan mulai disentuh brand premium, banyak orang affluent merasa perlu ikut setidaknya sekali. FIP World Padel Report 2025 menegaskan pertumbuhan global yang besar, dan FIP juga menulis bahwa Asia mengalami pertumbuhan sekitar 20 persen pada 2025 baik di jumlah lapangan maupun pemain.
Di Indonesia, laju pertumbuhan itu juga terasa. The Jakarta Post melaporkan peningkatan jumlah lapangan dan konsentrasi besar di Jabodetabek. Begitu sebuah aktivitas tumbuh cepat di kota besar, ia hampir selalu menarik kelompok early adopter dan status conscious crowd. Cici kaya dan koko kaya termasuk kelompok yang paling cepat merespons tren seperti ini karena mereka punya akses, waktu, dan dana untuk mencoba hal baru lebih dulu. Ini merupakan inferensi dari pertumbuhan infrastruktur padel dan penyebarannya di kota besar Indonesia.
Tidak seberat tenis, tapi tetap terlihat sporty
Salah satu kelebihan padel yang sering kurang dibahas adalah posisi tengahnya. Ia tidak terasa terlalu berat dan teknikal seperti tenis bagi pemula, tetapi tetap terlihat jauh lebih sporty dibanding sekadar jalan santai atau nongkrong di club. Babolat menjelaskan bahwa padel ideal untuk pemula karena progres terasa cepat dan tidak terlalu membuat frustrasi. Ini membuat padel mudah dipilih oleh orang yang ingin terlihat aktif tanpa harus masuk ke olahraga dengan hambatan belajar terlalu tinggi.
Bagi koko kaya dan cici kaya, ini sangat cocok. Banyak dari mereka ingin olahraga yang tetap memberi citra fit, aktif, dan engaged, tetapi tidak menyita energi sebesar latihan performance sport. Padel memberi jalan tengah yang pas. Orang bisa berkeringat, bergerak, tertawa, dan tetap merasa sesi olahraganya menyenangkan. Karena itu, olahraga ini sangat mudah menjadi ritual mingguan yang dinanti, bukan kewajiban fisik yang terasa berat.
Klub padel premium membantu mengangkat citra olahraga ini
Padel mungkin tidak akan secepat ini diasosiasikan dengan gaya hidup mapan kalau venue venue yang tumbuh hanya lapangan biasa. Yang terjadi justru sebaliknya. Klub seperti House of Padel, Smash Padel, dan berbagai rekomendasi klub premium di Jakarta ikut membentuk persepsi publik bahwa padel adalah olahraga yang rapi, modern, dan terasa eksklusif. NOW! Jakarta dan Indonesia Expat sama sama menyoroti klub klub tersebut sebagai bagian dari scene padel Jakarta yang berkembang cepat.
Saat venue dibangun dengan kualitas tinggi, otomatis olahraga yang dimainkan di dalamnya ikut naik kelas secara persepsi. Orang tidak hanya melihat raket dan bola, tetapi juga desain ruang, fasilitas, booking system, sampai crowd yang datang. Inilah alasan mengapa padel lebih cepat melekat ke citra cici kaya dan koko kaya daripada olahraga lain yang infrastrukturnya lebih sederhana. Ini merupakan inferensi dari sifat venue premium dan cara media gaya hidup Jakarta meliput klub padel sebagai lifestyle destination.
Padel memberi kombinasi sehat, sosial, dan status dalam satu paket
Pada akhirnya, alasan padel jadi favorit cici kaya dan koko kaya bukan karena satu faktor tunggal. Olahraga ini menyatukan beberapa hal yang jarang bertemu sekaligus. Ia mudah dipelajari, sangat sosial, tampak estetik, tumbuh di venue premium, punya barrier ekonomi yang menyaring crowd, dan memberi ruang besar untuk networking serta community belonging. Ketika semua elemen itu hadir bersamaan, sebuah olahraga sangat mudah berubah menjadi simbol gaya hidup. Semua ini selaras dengan data pertumbuhan global FIP, ekspansi Asia, dan ledakan venue premium di Jakarta.
Itulah mengapa padel terasa lebih dari sekadar permainan raket baru. Di kota besar, ia sudah bergerak menjadi bahasa pergaulan baru untuk orang yang ingin sehat, tampil rapi, tetap sosial, dan berada di ruang yang terasa selevel. Selama karakter itu masih terjaga, padel akan terus punya tempat sangat kuat di kalangan cici kaya dan koko kaya.







